Blog

Kuliah Tamu “Business Model” dan Sharing “Technopreneurship” Dari Toto Sugiri

Jumat, 14 November 2014, Technopreneurship Surya kedatangan seorang pembicara tamu yang sudah malang melintang di dunia enterpreneurship. Beliau adalah Toto Sugiri, pendiri Sigma Cipta Caraka yang kemudian diakuisisi oleh PT. Telkom Indonesia. Menurut pria dengan latar belakang IT ini, justru selama di dunia bisnis hanya kurang dari 5% saja kemampuan Itnya digunakan. Lalu bagaimana caranya bisa membangun perusahaan teknologi yang besar? “Tentu saja berpikir inovatif untuk menciptakan solusi, membuat sesuatu yang memiliki manfaat. Untuk bagaimana caranya ya tanya ke programmernya saja. Programmer saya saja lebih tahu detailnya daripada saya.” Demikian yang dikatakan Toto Sugiri mengenai cara membangun perusahaan yang sukses.

DSC_8002 (1280x857)

Bagi Toto, ada beberapa hal yang sangat penting dalam berbisnis, antara lain produk/jasa yang memiliki manfaat dan kenyamanan bagi konsumen, revenue plan yang jelas, business model yang solid namun tidak kaku, serta common sense. Beliau juga menegaskan bahwa bisnis dan dagang itu dua hal yang berbeda. Jika dagang harus selalu memperoleh keuntungan di setiap transaksinya, sedangkan dalam bisnis adakalanya tidak memperoleh keuntungan dalam sebuah deal. Sebagai contohnya, ketika dulu Sigma pertama kali mengubah bisnisnya dari produk menjadi jasa dengan mulai mengambil alih data center milik Bank Bumiputra, Sigma hanya meminta charge sebesar 30% dari total cost yang dibutuhkannya (rugi 70%). Menurutnya, itu merupakan strategi, bukan sebuah kegagalan.

Yang paling menarik dari Toto Sugiri adalah ketika beliau memilih menjual Sigma yang sekarang menjadi PT. Telkom Indonesia. Alasannya, saat itu ketika pemerintah mau masuk ke dalam Sigma, beliau tidak keberatan. Hanya saja, beliau sendiri kurang suka dengan rumitnya birokrasi yang harus beliau ikuti. Karena merasa tidak sesuai dengan dirinya, maka beliau sekalian saja melepas Sigma dan berpesan kepada pemerintah, “Tolong kembangkan dan buat menjadi lebih besar lagi ya.” Jika ditanya apakah tidak merasa sayang dengan menjual Sigma? Jawabannya adalah tidak. Itu adalah salah satu dari cita-cita Toto, memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi Indonesia, dan dengan menjual Sigma, beliau sudah berhasil mewujudkan cita-cita tersebut dan beliau berpesan, “Makanya kalian jangan sampai jatuh cinta sendiri dengan produk kalian nantinya, bahaya,” ucapnya diikuti tawa.

 (Fella)

FacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr

Tags

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*